Bunuh Diri, Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Bunuh diri adalah perbuatan pengecut yang dinista agama. Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas permintaannya. Bunuh diri adalah tindakan mengakhiri hidup sendiri tanpa bantuan aktif orang lain. Alasan atau motif bunuh diri bermacam-macam, namun biasanya didasari oleh rasa bersalah yang sangat besar, karena merasa gagal untuk mencapai sesuatu harapan.

Setiap tahun sekitar 500.000 sampai 1,2 juta orang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka pria yang tewas dalam pencobaan bunuh diri tercatat 2-5 kali lebih tinggi daripada wanita. Tetapi perempuan melakukan pencobaan bunuh diri lebih banyak daripada pria.

Di Eropa dan Amerika Serikat, kebanyakan pencobaan bunuh diri dilakukan oleh perempuan muda yang bermasalah emosional. Kasus bunuh diri mayoritas terjadi pada laki-laki tua yang hidup sendiri, mengalami depresi, pengangguran dan pecandu alkohol. Sedangkan di Asia, Afrika dan Amerika Latin, penyebabnya lebih pada kondisi hidup, misalnya masalah keluarga atau kemiskinan.

Di Eropa, wanita sering menggunakan obat-obatan untuk bunuh diri, pria lebih sering menggantung diri. Di Amerika atau Finlandia, banyak yang bunuh diri menggunakan senjata api. Di tengah masyarakat agraris non barat, pestisida menjadi sarana bunuh diri.

Di Belanda setiap harinya, lebih dari 400 ribu orang berpikir untuk mengakhiri hidup. Tiap tahun hampir 100 ribu orang di Belanda melakukan pencobaan bunuh diri. Pada tahun 2010 sebanyak 1500 orang mengakhiri hidup mereka dengan melakukan bunuh diri.

Betapapun kebudayaan dan pola pikir manusia, memberikan berbagai alasan dan definisi intinya adalah “keputus-asaan”. Sebab orang yang tidak berputus asa dan bersedia tetap menjalani kehidupan seberat dan seburuk apapun, maka ia tidak akan pernah melakukan kegiatan bunuh diri ini. Sebab ia sadar, bahwa hidup ini memang penuh cobaan-cobaan berat dan pahit, jadi bunuh diri baginya hanyalah tindakan sia-sia dan pengecut. Sebab masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan dalam hidup ini, dan segala sesuatu pastilah ada batasnya. Sebab betapapun beratnya persoalan, tetap saja ia memiliki batas akhir (penyelesaian), walaupun permasalahan itu harus selesai oleh waktu, tapi ia selesai juga.

Bunuh diri adalah perbuatan yang sangat keji, dan termasuk dosa yang sangat besar. Dimana, kegiatan bunuh diri ini adalah kegiatan manusia-manusia pengecut/pecundang hidup (loser), sebab kekalahan memang sudah mutlak menjadi milik mereka jika mereka membunuh dirinya sendiri.

Pada dasarnya, segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif

Penyebab Bunuh Diri

Banyak orang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mati. Mereka bunuh diri untuk mengakhiri apa pun yang sedang terjadi. Beberapa surat pesan terakhir dari orang yang bunun diri sering mengandung kata-kata bahwa mereka sebenarnya tidak ingin mati, tapi hanya ingin mengakhiri problemnya.

Kata-kata seperti “Saya sudah tidak tahan lagi!”, atau, “Buat apa saya hidup?” bisa menjadi petunjuk yang memperlihatkan keinginan yang kuat untuk terbebas dari kerasnya realitas kehidupan. Dan jika mereka sudah dalam taraf yang tidak mampu mengatasinya, jalan pintas bunuh diri menjadi solusi terakhir bagi mereka.

Pada dasarnya, segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif.

Motif bunuh diri ada banyak macamnya. Disini penyusun menggolongkan dalam kategori sebab, misalkan :

  • Dilanda keputusasaan dan depresi
  • Cobaan hidup dan tekanan lingkungan.
  • Gangguan kejiwaan / tidak waras (gila).
  • Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu)
  • Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan.

Dalam ilmu sosiologi, ada tiga penyebab bunuh diri dalam masyarakat, yaitu

  • egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi),
  • altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain), dan
  • anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan).

Di Belanda kasus bunuh diri banyak disebabkan oleh kesepian dan depresi, sedangkan, orang Suriname Hindustan disebabkan oleh masalah dengan orang tua, alkohol, obat terlarang, dan pernikahan paksa. Jika Anda memberi nasehat yang lain, misalnya meminta paman atau bibi menjadi pelantara.

Wanita Turki, Marokko dan Suriname Hindustan yang punya kecenderungan bunuh diri, juga melihat ada perbedaan budaya. Seorang gadis Suriname berusia 15 tahun yang sudah dilecehkan secara seksual oleh ayahnya. Saat rahasia ini keluar, ibunya menasehati anak gadis dan suaminya untuk melakukan bunuh diri demi menjaga kehormatan keluarga.” Menurut Van Bergen pikiran bunuh diri ‘nampak’ dalam budaya Hindustan.

Organization for Economic Cooperation and Development mencatat, 21 dari 100 ribu orang Korea melakukan bunuh diri — melewati batas normal yaitu 11. Orang Korea cenderung membentuk identitas mereka sesuai pandangan orang lain terhadap dirinya. Selain itu, mereka juga memiliki konsep Han — yaitu bersikap diam dan berusaha tabah walau dalam keadaan marah.

Ketika seorang selebritas bunuh diri, penggemar mereka akan mengikuti aksi sang idola. Yang mengkhawatirkan, banyaknya kasus bunuh diri di kalangan selebritas menimbulkan kecenderungan serupa di kalangan penggemar mereka. Sejak kematian aktris Lee Eun-Ju pada 2005, tingkat bunuh diri dikabarkan mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pekerjaan sebagai selebritas yang sangat lekat dengan urusan pencitraan (alias tergantung pada popularitas) membuat konsep Han jadi amat berat dilaksanakan. Terutama bila mereka sedang menghadapi situasi yang buruk. Karena selebritas tidak lagi mampu menunjukkan citra baik dan tenang, mereka cenderung frustrasi, menyerah, dan mengambil pilihan drastis — salah satunya adalah bunuh diri.

Faktor lain yang juga berpengaruh dalam tingginya tingkat bunuh diri di kalangan selebritas Korea adalah kurangnya program konseling. Budaya Korea yang cenderung tertutup juga membuat para selebritas itu malu jika ketahuan publik saat pergi ke konseling atau sedang mengalami depresi.

Selain itu, faktor agama rupanya juga memegang peran. Hampir setengah penduduk Korea tidak memiliki agama, sehingga ketika mereka mengalami depresi, penghargaan terhadap nilai kehidupan pun rendah. Kepercayaan akan konsep reinkarnasi juga membuat orang Korea terdorong untuk mengakhiri hidup mereka dan menjalani kehidupan baru yang mungkin lebih baik dari sekarang.

Pemicu Bunuh Diri

Meskipun alasan orang yang melakukan bunuh diri berbeda-beda, peristiwa-peristiwa tertentu dalam kehidupan pada umumnya memicu bunuh diri. Berikut ini beberapa alasan utama yang memicu seseorang sampai melakukan bunuh diri

  • Masalah sekolah Beberapa remaja bahkan sering bunuh diri karena masalah nilai di sekolah yang buruk, stres karena ujian, atau khawatir dengan masa depannya.
  • Masalah keluarga Beberapa remaja dalam keluarga yang berantakan, lebih rentan bunuh diri. Selain itu, beberapa kasus bunuh diri juga dipicu karena problem dalam perkawinan.
  • Problem pekerjaan dan finansial Bagi orang dewasa, kebanyakan kasus bunuh diri karena problem finansial maupun masalah pekerjaan. Usaha yang bangkrut, ataupun karena dipecat dari pekerjaan, membuat mereka tidak berani menghadapi masa depan dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
  • Penyakit Bagi beberapa orang yang menderita penyakit yang tak kunjung sembuh, juga akhirnya mengambil tindakan untuk bunuh diri. Atau kaum lansia yang sudah tak sanggup lagi menanggung penderitaan akibat penyakit fisik, memilih bunuh diri. Memang tidak semua orang memilih untuk bunuh diri. Bahkan sebagian besar orang mampu menghadapi problem yang bahkan jauh lebih berat, tanpa perlu bunuh diri.

Faktor Resiko Bunuh Diri

Banyak keputusan untuk bunuh diri bisa jadi bergantung pada cara menyikapi berbagai peristiwa. Banyak orang dapat menanggung depresi yang berat sekalipun selama mereka yakin bahwa keadaan akan membaik. Jika pikiran tetap dijaga positif dan sehat, tidak akan menyikapi peristiwa apa pun sebagai sesuatu yang begitu menghancurkan. Itu sebabnya banyak orang berhasil menanggulangi depresi dan tidak sampai bunuh diri.

Namun tekanan dan problem seperti rem pada kendaraan. Jika ditekan terus menerus, rem bisa menipis. Demikian juga mental seseorang, jika tekanan terus menerus dan bertubi-tubi, serta keputusasaan yang menumpuk, hal ini bisa mengikis kesanggupan sistem mental seseorang untuk menahan dorongan bunuh diri. Kemampuan mental untuk berpikir positif secara perlahan melemah dan memperkuat keinginan bunuh diri.

Selain itu, terdapat juga faktor-faktor lainnya yang membuat seseorang mengambil tindakan bunuh diri. Berikut ini beberapa faktor tersebut:

  • Gangguan mental Beberapa gangguan mental seperti gangguan bipolar dan skizofrenia menyebabkan seseorang memiliki dorongan yang lebih kuat untuk bunuh diri.
  • Kecanduan Beberapa kasus bunuh diri dilakukan oleh mereka yang memiliki kebiasaan menggunakan narkoba dan alkohol.
  • Bawaan genetik Beberapa orang mewarisi gen dengan emosi yang lemah dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa garis keluarga terjadi banyak kasus bunuh diri. Anggota keluarga yang salah seorang di garis keturunannya pernah bunuh diri, lebih berisiko melakukan bunuh diri.
  • Kondisi otak Otak kita memang unik. Susunan kimiawi otak bisa membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi problem. Kadar serotonin yang rendah khususnya di dalam otak, dapat membuat mood seseorang menjadi buruk, membuat tidak bahagia, mengurangi minat seseorang pada keberadaannya, dan berisiko menjadi depresi dan bunuh diri.

Tanda-Tanda Bunuh Diri

Meskipun ada banyak alasan bunuh diri, namun tanda seseorang ingin bunuh diri bisa terlihat dalam satu atau lebih sikap berikut ini:

  • Putus asa dan depresi Jika seseorang terlihat putus asa dan depresi, ini bisa menjadi pertanda ke arah bunuh diri. Namun tidak semua orang yang mengalami keputusasaan dan depresi berujung pada bunuh diri. Ini merupakan salah satu tanda awal saja.
  • Perasaan kehilangan Seseorang yang secara tiba-tiba kehilangan sesuatu, entah orang yang disayangi ataupun kehilangan pekerjaan, juga patut diperhatikan lebih serius. Ini juga merupakan salah satu tanda awal terjadinya bunuh diri.
  • Bicara tentang ingin mati atau bunuh diri Jangan tertawakan atau sepelekan ketika seseorang mengatakan menyatakan ingin mati, atau bahkan mengungkapkan ingin bunuh diri. Bahkan meski ungkapan tersebut hanya secara sambil lalu. Ini bisa jadi ungkapan hatinya yang terdalam yang harus segera mendapat respon. Kata-kata seperti “Saya sudah tidak tahan lagi”, “Mereka tidak perlu mengkhawatirkan saya”,  atau “Mereka akan lebih baik tanpa saya”, merupakan contoh pernyataan yang umum diungkapkan oleh mereka yang akhirnya bunuh diri.
  • Percobaan bunuh diri Ini merupakan tanda yang cukup serius jika seseorang pernah satu atau beberapa kali mencoba bunuh diri namun tidak berani. Beberapa kasus yang lebih ringan, seperti sikap yang bermain-main dengan maut dan tidak takut mati.
  • Membuat wasiat Meski warisan harus direncanakan sejak awal, tapi jika dalam situasi tertentu yang tidak lazim, seseorang yang ingin bunuh diri akan mulai membuat surat warisan dan membagi barang-barang berharganya.
  • Perilaku dan sikap yang berubah Sikap mulai menarik diri dan menutup diri serta terasing secara sosial setelah mendapat masalah, perlu menjadi perhatian serius. Jangan sampai mereka yang sedang depresi dan putus asa berada dalam situasi kesepian. Beberapa ungkapan seperti menyatakan diri tidak berguna, perlu ditanggapi dengan serius.

Pencegahan  Bunuh Diri

Keinginan untuk bunuh diri seperti sebuah penyakit. Namun dengan penanganan yang tepat, keinginan itu bisa diobati dan disembuhkan. Jika Anda sedang menghadapi masalah yang berat, dan mulai memperlihatkan tanda-tanda seperti yang diuraikan di atas, langkah-langkah berikut ini telah terbukti sebagai obat yang ampuh untuk mengatasi keinginan bunuh diri:

  • Atasi masalah gangguan mental dan kecanduan Jika memiliki masalah sehubungan dengan gangguan mental maupun kecanduan, segeralah hubungi ahlinya seperti psikiater. Mereka tahu cara terbaik untuk mengatasi dan merehabilitasi.
  • Atasi perasaan kesepian dan segeralah bicarakan masalahnya Orang yang cenderung ingin bunuh diri, menganggap problemnya terlalu besar dan tidak dapat diatasi. Dan tidak ada seorangpun yang bisa diajak bicara. Jangan takut akan hal itu, segeralah berbicara dengan orang terdekat Anda. Keluarga Anda, seperti orang tua ataupun pasangan hidup adalah orang yang paling dekat yang bisa memahami. Banyak kasus bunuh diri, karena timbulnya perasaan kesepian. Segeralah cari teman yang bisa menjadi tempat mencurahkan perasaan.
  • Membantu Orang yang Ingin Bunuh Diri Apa yang harus Anda lakukan, jika seseorang sering mengatakan tidak tahan lagi dengan kehidupannya atau bahkan orang tersebut sudah mulai menyatakan secara langsung maupun tersirat bahwa mereka sudah tidak ingin hidup lagi? Beberapa langkah berikut telah berhasil mengatasi keinginan bunuh diri pada banyak orang.
  • Jadi pendengar yang baik Cobalah jadi pendengar yang baik. Dalam banyak kasus, orang yang ingin bunuh diri biasanya menarik diri dan tertutup. Cobalah mendekatinya dan sadarilah bahwa kepedihan atau keputusasaan yang sedang ia rasakan benar-benar nyata. Coba secara halus menyebutkan bahwa Anda melihat beberapa perubahan sikap dan perilakunya sehingga dapat menggerakkan dia untuk membuka diri dan mencurahkan perasaannya kepada Anda.
  • Berempati Coba dalami perasaannya, dan katakan bahwa ia sangat berarti untuk Anda maupun orang lain. Jika ia bunuh diri, hal ini akan membuat hancur Anda dan orang lain juga.
  • Jauhkan benda berbahaya Jauhkan darinya benda berbahaya apapun yang bisa menjadi alat untuk bunuh diri. Pelaku bunuh diri biasanya melihat banyak alat yang tersedia di sekitarnya membuatnya memantapkan tekad untuk bunuh diri. Misalnya tali, pisau, cutter atau bahkan senjata api.
  • Minta bantuan medis Untuk kasus yang sudah cukup ekstrem, segeralah memanggil bantuan medis untuk menangani masalahnya. Misalnya sudah terjadi gangguan mental yang serius, Anda bisa segera menggunakan bantuan medis seperti psikiater atau rumah sakit jiwa yang tahu cara terbaik menanganinya.

Fakta tentang Bunuh Diri

  • Di Amerika, cowok yang bunuh diri jumlahnya empat kali lipat dari cewek. Bahkan 78 persen kasus bunuh diri yang terjadi di negara Paman Sam dilakukan oleh cowok.
  • Berdasarkan penelitian yang sama di Amerika, cewek  justru lebih sering melakukan percobaan bunuh diri dibanding cowok. Biasanya dengan cara menyilet tangannya sendiri.
  •  Cara bunuh diri yang paling banyak digunakan  adalah dengan menembak diri sendiri (cowok), dan minum racun (cewek).
  • Sedangkan data bunuh diri dari seluruh dunia membuktikan bahwa cara “favorit” untuk bunuh diri adalah gantung diri.
  • Tingkat bunuh  diri di negara maju jauh lebih tinggi dibanding negara miskin dan negara  berkembang.
  • Orang yang udah menikah lebih jarang melakukan bunuh diri dibanding orang-orang yang singel, bercerai, atau janda/duda.
  • Jaman  dulu, orang-orang lebih “kreatif” mencari cara untuk bunuh diri, diantaranya  dengan menelan laba-laba beracun, menusukkan besi panas ke tenggorokan,  menyuntikkan selai kacang ke urat nadi, dan menjatuhkan diri ke atas tumpukan  botol bir.
  • Golden Gate Bridge di San Fransisco, Beachy Head di  Inggris, dan hutan Aokigahara di Jepang, adalah tempat yang paling sering jadi  lokasi bunuh diri. Orang Jepang bahkan menjuluki hutan Aokigahara sebagai Hutan  Bunuh Diri.
  • Jepang adalah negara dengan tingkat bunuh diri terbanyak,  yaitu 100 orang perhari. Untuk menghentikan fenomena ini, setiap keluarga yang  anggotanya mati bunuh diri, dikenakan denda sebesar 100 juta Yen.
  • Bunuh diri paling banyak dilakukan hari Senin, dan paling jarang terjadi hari Sabtu.

Bunuh diri menurut agama Pandangan Islam

Ayat Al-Qur’an tentang larangan bunuh diri

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ : 29) “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).” (QS. Al-Kahfi ; 6)

Hadits-Hadits tentang larangan bunuh diri

Hadits 86. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., bersabda : “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.”

Hadits 87. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, dari Nabi saw., sabdanya : “Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar apabila dia tidak sanggup melaksanakannya.” “Mengutuk orang Mu’min sama halnya dengan membunuhnya.” “Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain, maka Allah tidak akan menambah baginya, bahkan akan mengurangi hartanya.”

Hadits 88. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, katanya Nabi saw., sabdanya : “Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri. “Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula.”

Hadits 89. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya : “Kami ikut perang bersama-sama Rasulullah saw., dalam perang Hunain. Rasulullah saw., berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam, “Orang ini penghuni neraka.” Ketika kami berperang, orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., katanya “Orang yang tadi anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani dan sekarang dia tewas.” Jawab Nabi saw., “Dia ke neraka.” Hampir saja sebahagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Apabila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw., bersabda, : “Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk surga melainkan orang muslim (orang yang tunduk patuh).

Hadits 90. (Shahih Muslim) Dari Syaiban ra., katanya dia mendengar Hasan ra, bercerita : “Masa dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhanmu berfirman : Aku haramkan baginya surga.” (Karena dia sengaja bunuh diri.) Kemudian Hasan menunjuk ke masjid sambil berkata, “Demi Allah! Jundab menyampaikan hadits itu kepadaku dari Rasulullah saw., di dalam masjid ini.”

Artikel terkait lainnya

 

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37XwAudi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan Agama Islam dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bunuh Diri, Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

  1. Ping balik: ANAK SEBAGAI PELAMPIASAN DARI AMBISI DAN AMARAH ORANG TUA « all about faRa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s